jayengrane/ March 29, 2019/ Iptek, News/ 1 comments

186

Game PUBG : Sempat beredar isu terkait adanya larangan berupa Fatwa yang akan dikeluarkan oleh MUI Pusat atas Game PUBG pasca terjadinya aksi terosisme yang terjadi di New Zealand. Dimana sebelumnya MUI Jawa Barat yang telah lebih dulu mengelaurkan Fatwa “Haram bermain PUBG”.
Saat diwawancara oleh Pembaaca INews TV pada 21/03/2019, mengenai adanya rencana MUI untuk mengeluarkan Fatwa Kepada Bidang Informasi MUI Pusat, Masduki Baidowi membantah hal tersebut. Ia mengatakan :
“Bukan rencana mengeluarkan Fatwa haram, namun MUI sampai saat ini masih melalukan kajian secara komprehensif terhadap Game itu” (Red : PUBG).

Setelah mendapatkan keluhan dari kalangan masyarakat terutama sekali setelah terjadinya aksi teror yang menyerang masjid di Selandia Baru karena itu dihubung-hubungkan bahwa senjata yang digunakan oleh teroris yang merekam aksi sadisnya tersebut disebut-sebut persis dengan senjata yang ada pada Game PUBG.
Lebih lanjut Masduki mengatakan bahwa “yang namanya Game pastinya akan membuat sedemikian persis senjata-senjata yang ada sebagai mana yang digunakan oleh tentara-tentara profesional sehingga tidak bisa dijadikan alasan karena senjatanya sama seperti yang digunakan oleh teroris itu lantas membuat Game PUBG itu dilarang oleh MUI, ya tidak bisa secepat itu kita mengeluarkan Fatwa Haram”
Terkait dengan Fatwa yang sebelumnya diekluarkan oleh MUI Jawa Barat tentang Haram bermain Game PUBG karena adanya keluahan yang sama seperti yang diterima oleh MUI Pusat.
Untuk itu, MUI Pusat akan melakukan koordinasi dengan MUI Jawa Barat terkait kendala dan alasan sehingga mengeluarkan fatwa tersbut. Karena bagaimanapun tugas MUI adalah melindungi ummat dalam kaitannya dengan kehidupan sosial bermasyarakat jika ada hal-hal yang merisaukan dalam hal-hal yang belum bisa terjawab secara ilmu keagamaan maka disitulah tugas MUI untuk menjelaskannya.
Selanjutnya ketika ditanya apakah jika bukan berupa Fatwa, sekiranya adakah himbauan ?
Masduki mejelaskan bahwa ” Bisa jadi berupa himbauan dan tidak lantas mengelaurkan fatwa seperti hal-hal sebelumnya berupa panduan dalam bersosial media seperti bagaimana lebih bijak dalam menggunakan Facebook dan sosial media lainnya.
Kendati demikian sudah ada negara yang melarang secara langsung untuk tidak memainkan Game itu seperti India, dan saat ini Malaysia pun masih sama seperti MUI sedang melaukan kajian mendalam. Karena bagaimanapun juga ketiak kita ingin mengkaji hal tersebut, maka MUI harus melibatkan para hali seperti Psikolog dan sebagainya.
Secara pribadi Masduki menilai bahwa Justru Game tersebut memiliki sisi positif karena ada bentuk kolaborasi dan kebersamaan dalam sebuah tema untuk bekerja sama, dan itu bisa diterpakan dalam kehidupan sosial. terlepas dari adanya sisi negatifnya juga yang bisa menimbulkan kecanduan.

Demikian Sobat Jayengrane.com, sekiranya berita atau artikel ini bermanfaat menurut kalian, jangan lupa dishare ya. Jiak masih adayang kurang silahkan tinggalkan komentar kalian dibawah  😀

Share this Post

1 Comment

  1. Pingback: Keyboard PC dapat Menjalankan Mobil - JayengRane.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
*
*