424

Kabar Pendakian Rinjani pastinya menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta dan pecandu ketinggian 3726 MDPL. Pasca terjadinya Gempa Bumi pada Juli tahun lalu yang mengakibatkan ratusan Pendaki terjebak di area wisata Gunung Rinjani seperti Pelawangan, Puncak, dan Danau segara Anak tentunya membuat banyak pendaki mengurungkan niatnya yang telah lama terpendam untuk melakukan Pendakian Gunung Rinjani.

Meski muncul banyak rumor yang dikaitkan mitos yang mengatakan bahwa Pendakian Gunung Rinjani khususnya karena kedatangan wisatawan asing dan lokal yang banyak melakukan maksiat di Gunung Rinjani sehingga penghuni alam ghaib Gunung Rinjani (Dewi Anjani) menjadi murka sehingga terjadi Gempa Bumi yang bertubi-tubi dan mengakibatkan banyak kerusakan parah disekitar lereng Gunung Rinjani. Hal itu berimbas pas perusakan fasilitas-fasilitas wisata oleh sekelompok oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab yang seperti yang terjadi di Desa Sembalun beberapa pekan lalu.

Gerbang Wisata Dirusak Warga

Pada Jum’at 29/03/2019 Asosiasi Tour Operator Senaru (ATOS) melakukan rapat koordinasi terkait rencana pembukaan Pendakian untuk Gunung Rinjani khusus untuk Jalur Pendakian Senaru sampai dengan Pelawangan yang dipimpin langsung oleh Ketua ATOS Sumatim. Sumatim yang akrab disapa Bapak Suma tersebut menjelaskan bahwa rencananya Pendakian Rinjani jalur Desa Senaru¬† tersebut hanya dibuka untuk pendakian 2 hari 1 malam dengan lokasi Camp di POS 3 atau Cemara Lima yang lebih dekat dengan mata air.

Lebih lanjut Sumatim menjelaskan bahwa Para TO (Trekking Organizer) telah sepakat untuk membuka jalur Senaru, karena bagaimanapun juga Pariwisata, khususnya pendakian Gunung Rinjani merupakan sumber utama penghasilan masyarakat Senaru. Jika tidak dibuka pada April medatang maka akan banyak menimbulkan masalah sosial ekonomi masyarakat Senaru dan sekitarnya.

Ingin Tahu Perkembangan Terkini Trekking Rinjani ?

Hubungi BAS RINJANI

Minggu lalu pada hari Sabtu 16/03/2019 Team Gabungan dari BMKG, PVMBG, TNGR, SAR, BPBD, dan Perwakilan dari TO telah melakukan survey Jalur Pendakian. Dari sana bisa disimpulkan bahwa Jalur Pendakian Senaru masih aman untuk dilalui oleh para pendaki karena jalurnya sebagian besar adalah Hutan Hujan tropis yang kontur tanahnya cukup padat karena masih banyak pepohonan yang mengikat.

Namun sepertinya masih ada hal-hal yang menjadi pertimbangan adalah karena masih seringnya terjadi Gempa-Gempa susulan seperti yang terjadi pada ahad tanggal 17 lalu dan terhir pada Rabu malam tanggal 27 lalu. Sehingga renacan Pembukaan Pendakian Jalur senaru tersebut masih belum begitu dipublish ke khalayak umum.

Baca Juga : Gempa 3,7 SR kembali dirasakan di Senaru

2 thoughts on “Pendakian Rinjani Jalur Senaru Dibuka Awal April

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *